SUARA DARI 2.851 MDPL

 

Penulis: Syafrudin

Editor: Fahrudin

Mendaki Tambora adalah pilihan untuk keluar dari zona nyaman. Mendekatkan diri secara intim dengan Tuhan melalui cara sederhana untuk mengenal diri sendiri dan orang lain. Mencoba hal baru yang menantang untuk mengiji kesabaran dan ketabahan. Perjalanan pendakian mengajarkan untuk menghadapi hal baru, beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda melalui ekosistem dan kondisi alam yang tidak pernah bisa ditebak, hingga mampu menemukan kekuatan dalam diri. Melihat karakter diri, kerendahan hati dan keluasan jiwa tergambar baik, kemampuan mengelola emosi juga bagaimana keberadaan diri untuk orang lain. 

Melalui tantangan fisik dan mental, pada akhirnya Tambora menjadikan Dheen, Hendra, Newo, Joe, Kiki juga Porin  belajar tentang batas kemampuan, kekuatan, dan kelemahan diri. Bahwa taka da keberhakkan seorang hamba untuk menaklukkan gunung, melainkan bersahabat intim dengannya. Pendakian enam orang pemuda, dalam bingkai kesatuan kebersamaan bermuara untuk mengajarkan tentang menghargai keindahan alam dan pentingnya menjaga kelestarian Tambora beserta seluruh komponen ekosistem di dalamnya, karena ada generasi setelah ini juga berhak menikmati dan merasakan keindahannya.  

Pada akhirnya, mendaki Tambora adalah salah satu perjalanan spiritual, kebersamaan dalam lembaran cerita hidup, mencari makna kehidupan yang lebih dalam untuk mendekatkan diri pada Tuhan sang pemilik Tambora. Karena Gunung Tambora adalah salah satu tempat yang disediakan untuk bermuhasabah dan tadabur dalam menguak dan mensyukuri ke-akbaran Allah. Dan di dalam ratusan lembar halaman buku ini, akan kuceritakan bagaimana keindahan dan keajaiban Tambora.

Jumlah Halaman: 258
Ukuran: 14x21 cm
ISBN:


Posting Komentar

0 Komentar