SEPASANG YANG MELAWAN Tunduk ditindas atau bangkit melawan

 

Penulis: Yogi Cahyadi
Editor: Fahrudin

Di zaman ketika berpikir kritis dianggap pembangkang dan diam dipuja sebagai teladan, seorang mahasiswa harus memilih antara dua hal: tunduk di tindas atau bangkit melawan.

Novel ini menghadirkan wajah pendidikan yang luka—kampus yang diagungkan sebagai rahim peradaban, namun perlahan berubah menjadi gedung bisu yang menguburkan idealisme. Label mahasiswa urakan, ancaman masa depan suram, dan biaya pendidikan yang mencekik menjadi alat pendisiplinan paling halus namun kejam.

Di antara debat, buku-buku, dan jargon agen perubahan, para mahasiswa tersesat dalam kontradiksi: memperjuangkan kemerdekaan pikiran di ruang yang justru mengekangnya. Sejarah perlawanan direduksi menjadi poster usang, sementara kampus lebih dipuja daripada nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.

Dengan bahasa tajam dan refleksi filosofis, novel ini mempertanyakan kembali satu hal mendasar: jika kampus disebut anak peradaban, maka dari rahim siapa ia sebenarnya dilahirkan?

Ukuran: 14X21 Cm
Jumlah Halaman: 350
ISBN: ____


Posting Komentar

0 Komentar